Skip to main content

Posts

Showing posts with the label PUISI ILLAHI

DIA TELAH KEMBALI (Puisi illahi)

Tuhan . . . Terimakasih . . . Untuk nafas yang telah Engkau kembalikan padaku, Untuk sayap yang telah Kau kembalikan padaku Tuhan . . . Dia,,, adalah hidupku . . . Dengannya, aku sungguh merasakan nikmatnya bernafas, melihat indahnya langit, dan merasakan sentuhan angin . . . Segalanya kembali indah . . . Aku bahkan mampu tersenyum saat ia membuatku kesal . . . Terkadang, dia juga sangat menjengkelkan Tuhan… Tapi sungguh, hanya dia yang kuinginkan . . . Terimakasih Tuhan . . . Telah Kau kembalikan dia untukku . . . Puisi ini karya : Barsini

SYUKUR KAMI PADA YANG MAHA SUCI (Puisi illahi)

sang surya telah tampakkan sinarnya .. di ufuk timur mengajak semesta tuk bicara, tuk membuka mata hembusan angin yang masih berkabung dengan sisa sisa aroma senja bak ajakan bagi sang periang tuk bergurau, berkelana, bercanda tawa cahya sang mentari, berbaur bersama sejuknya embun pagi tawarkan keserasian, kehangatan yang saling mengisi indahnya hari hari dalam sorotan lensa negeri terasa bak bersama dalam permadani tidakkah kau menyadari karunia Tuhan yang amat berarti tidakkah engkau menghargai keindahan alam yang Tuhan beri jagalah alam ini dengan sepenuh hati dan semampu arah langkah kaki dengan begitu Tuhanpun akan mengerti bahwa itu adalah.. wujud syukurmu kepada Yang Maha Suci oleh Farikhah Qumairoturrohmah

KEAGUNGAN YANG TAK TERGANTIKAN (Puisi illahi)

Awan.. Bagaikan gumpalan putih yg menggantung bebas di cakrawala. Bagaikan dandelion yg melukis indah permadani biru. Bagaikan kapas putih terbang yg ditiup oleh sang pencipta. Mengajarkan banyak arti kehidupan.. Menyimpan segenggam rahasia tersembunyi.. Menjadi saksi bisu roda kehidupan manusia.. Menemani setiap insan dalam kesepian dan kesendirian. Di kala senja merayu. Mentari mengukir di belintang selat. Menggoreskan semburat jingga pada gumpalan-gumpalan putih. Menggambarkan suatu keagungan Tuhan. Keagungan yg tak akan tergantikan. Keagungan yang Tak Akan Tergantikan – oleh Agatha Edelweis

MUHAMMAD SAW (Puisi ilahi)

Salawat dan salam Kepada junjunganku Rasulullah salallah alai wassalam Pemberi cahaya kalbu Engkau utusan Allah Engkau makhluk sempurna Tiada percuma engkau melangkah Semua penuh akan makna Engkau pembimbing kami Pembawa kabar gembira Engkau tidak melupakan para insani Ke tempat sebaik-baiknya surga Engkau penuntun jalan Pemberi peringatan Senantiasa tuk beribadah Tiada Tuhan selain Allah (karya : dian a. noor)