Skip to main content

Posts

Showing posts with the label PUISI SEDIH

Puisi Ranah Menanti Karya Nella Maresta

 Puisi Ranah Menanti Angin berjalanlah padanya Bumi goncangkan hatinya Hati meratap serulah Ranah merindu yuang Topan rengkuhlah jiwa Badai pagutlah raga Hujan basuh luka Ranah mananti yuang Rantau ranah pilihan Rantau ranah panggilan Rantau ranah goyahlah Rantau ranah pulanglah.. Bayang datang ayah Asa meratap mande Kampung sorak taragak Ranah kerinduan yuang.. Tanah rantau lepaslah Waktu

Tersesat Dihati Sang Batu Karya Feni Lintang Utari

Tersesat Dihati Sang Batu Waktu yang berputar lalu menegurku untuk mengingat itu Kala aku dulu pernah bodoh untuk mencintai sang batu Aku mati dan terkubur dalam rasa sakitku Saat ku tau kau telah terhanyut dengan rayuan wanita yang aku pun tak tahu Berjalan aku disudut ruang kasihmu yang lalu Kita bahagia dengan cinta pelangi yang indah seperti sebuah irama dalam lagu Kita menari dan

Tuan Berbaju Putih Karya Hamzah Fauzi

Tuan Berbaju Putih Pada hari kawan membawa berita Duka menganga segaris luka Tukak jaring para laba – laba Gemuruh badai di negeri tua Apakah kerna memilih boneka Hingga surga ini jadi rupa-rupa Atau putih mu buat ku lupa Pada hitam mu ku jadi buta Tuan berbaju putih berjuta rupa Sapur melipur berganti rupa Adakah hatimu semampu daya? Jatuh tersungkur merenang dosa Tuan Berbaju Putih Karya

Suatu Senja Karya Hamzah Fauzi

Suatu Senja Senja yang indah lagi sunyi Itu yang ku rindui Kala segala pengap hari Ku tempuh dengan seluruh jati diri Senja yang temaram itu yang ku nanti Saat tunduk hati melupa ambisi Dan menutup senyum seorang diri Dan segalanya usai dan pergi Suatu senja di saat ku bersemadi Berdiam melupakan mimpi Tentang surga yang mati suri Dan tanah cinta yang ku tinggal pergi Suatu Senja Karya

Aku, Kamu dan Kesedihan Karya Andrian Permana Widodo

Aku, Kamu dan Kesedihan Daun gugur di musim lalu Menjadikan harap jatuh Bias melati putih menggeram Pada pelangi senja Pada secercah napas manusia Kita melupakan cerita lama Juga rindu yang mati di tanah kelahiran cinta Apa yang sengaja kita perbuat? Bila menikam rasa hati yang lugu Bukan lagi rasa Sesaat kita melepasnya Sesaat kita menjauhinya Kilau gemintang malam Desah purnama yang

Puisi Kau Yang Terlihat Di Senja Hari Karya Deni Dewa

Kau Yang Terlihat Di Senja Hari Terlihat di senja hari Tak lagi cerah dan hangat seperti pagi Wajahmu redup di hapus panasnya siang yang kau lalui Terbakar menghitam dan tak tegar lagi Terlihat di senja hari Ketika aku baru saja akan memulai langkah beranjak pergi Aku takut terlambat jika senja habis waktunya Waktu ku untuk kembali membawa hasil ladang garapanku sendiri.. Puisi Kau Yang

Puisi Kelulusan Karya Rifa Annisa

Kelulusan Saatnya untukku pergi Berpisah bukan hal yang mudah Wajah-wajah yang masih kuingat Di balik cahaya yang pudar Sanyup-sanyup ku dengar Gesekan ranting pohon Bakat yang terpendam kini biarlah terungkap Cakrawala yang merah lembayung Di balik kemilau senjang Sebuah panggilan untukku Meski guru yang killer tersenyum Seolah bagiku tidak terjadi apa-apa Izasah itu ku terima

Puisi Kesendirianku Karya Erwin Pratama

Kesendirianku Katakan berapa banyak ku menangis Semua hati seolah tak tersentuh ku harus apa dan berkata apa Ku tak bisa mengungkap kesendirianku Ketika semua orang berjalan bersama Kuhanya berjalan ditemani bayanganku sendiri Ketika semua orang berbagi senyuman Ku hanya menyimpan kesedihan ini didalam hati Seluruh jalan telah kususuri Mencari hati untuk berbagi Untuk merasakan kehangatan

DI PENGHUJUNG SENJA (Puisi sedih)

Dipenghujung senja .. Langit kemerahan biaskan wajah suram, Binar matanya kupandang, Begitu nampak gerimis tipis mengundang tangis, Dipenghujung senja .. Aku bersua dengan wanita, Diatas lautan asmara dengan sampan kecil, Menembus batas kewajaran, Dan entah sampai kapan.. Dipenghujung senja .. Kuhabiskan waktu denganya, Hingga malam datang, Dan dia menghilang ditengah pekat malam, Tinggalkan aku sendirian . . Bersama kesunyian dan endapan berjuta kenangan . .