Skip to main content

Posts

IKLAS KASIHMU TERPANCAR DARI MATAMU (Puisi hakikat cinta)

Tidak pernah ku menduga akan mengenali mu Kau membawa seribu sinar di kelam hati ini Terbalut luka hati yang para dari penderitaan Terucap kata kasih iklas dari mu.. Ku bagaikan di awang-awangan keluh lidah tiada terkata bila mata mu merenung ku dengan senyuman manja hati berkata ku jatuh cinta pada mu.. kau berkata jatuh cinta pada ku terasa bergetar hati ini.. perasaan indah membelai jiwa telaga kalbu yang merana kini kembali bahagia Kini jalan yang berbatu penuh penderitaan terasa sirna semuanya .. kau berjanji akan bersama walau terpaksa bersama ku merempuh duri-duri kehidupan Namun satu yang harus ku sedari penderitaan hati ini tiada lagi benci yang ada kini cinta dan kasih padanya kerana, Iklas kasih Mu Terpancar Dari Mata Mu.. Kini ku rindu kamu sayang...!

INGIN BERSAMAMU (Puisi cinta sejati)

Aku tak prnah ingin melupakan dirimu. Apalagi benci. Sekian masa sekian cerita tlah kita lewati. Suka dn duka brsama. Sungguh berat untk kulupakan. Sangat tak mungkin untk benci. Karena kau sangat berkesan. Karena kau sangat mendalam. Percayalah kekasihku. Hanya satu kau kasihku. Dan hanya satu inginku. Hidup bersama denganmu.

CINTA SEJATI (Puisi cinta sejati)

Ku bangun istana cinta diatas setiaku Ku lindungi dindingnya dengan percayaku Ku hiasi semuanya dengan keihklasanku Ku rawat keteguhanya dengan ketulusanku Dan ku ciptakan kedamaian dengan kasih sayangku Andai takdir tak merenggutmu Andai ku bisa menjaga keabadian hidupmu Aku bukan Tuhan Yang Maha Mampu Mengendalikan semua apa yang ku mau Aku juga bukan malaikat penjagamu Yang slu menemanimu sepanjang waktu Ku hanya kasih dalam hatimu Cinta dalam hidupmu Rindu dalam nafasmu Yang kan tetap hidup dalam sanubarimu Puisi Adelia Lintang Kirana  

AKU BISA MEMAHAMI TAK BISA MENGERTI (Puisi sunyi)

Aku.... Aku berdiri bersandar di tembok ini... Memahami setiap isi bait yang ku temui... Ternyata tak bisa ku mengerti.. Hanya bisa melihat dan membaca nya.. Aku.... Aku memang jalang dan tak berharga diri.. Yang selalu mengusik diri dengan api.. Menimba api dengan sayatan mimpi.. Aku tercoreng ke lembah ini... Dan aku... Aku terlihat menjadi inti diri... Menjadi rapi di hari yang sunyi.. Dan aku menjadi sunyi di setiap hari.. Karena api ku padam di tiup sunyi...

GELISAH (Puisi kehidupan)

Gelap malam penuh kesunyian Lamunan jauh menerawang angkasa Membukakan pintu-pintu mimpi Menyibakan tirai-tirai kegalauan jiwa Bias keremangan memudarkan kasih Memutar hati menguak arti ilusi Memedarkan beribu warni cahaya Membayang menjauh dari arah cita Katak merengek ikut meresah Menggugah hati kala gelisah Air hujan menetes berduka Membasah bumi ikut bersedih Gema kegundahan kian bertalu Gemercik air melantun irama nan merdu Berhembus angin membelai lembut Gemerisik suara daun menghibur Membangkit menggugah kalbu Meliuk menari rumput nan ayu Melambai perlahan seolah mengajak Melepas duka menjemput cinta Merayu bernyanyi kerinduan Menyongsong esok akan kebahagiaan

PERJALANAN (Puisi kehidupan)

Wanita malam jadi kenangan Dalam suatu perjalanan Bola matanya indah menggoda Memberi rayuan tentang kemesraan Sungguh murah kau tawarkan Ternyata cukup uang recehan Cuma sekedar untuk membeli jajanan Pernah sesekali aku tanyakan Mengapa tak kau tinggalkan hal demikian Sebab itu kesia-siaan Tak salah memang kau katakan Kalau itu saling menguntungkan Tetapi ada pihak yang dirugikan Ibu mu yang melahirkan

HARTA DAN CINTA (Puisi kehidupan)

Jangan Kita Melihat Wajah Karena Bisa Menipu Jangan Pula Kau Melihat Harta Karena Bisa Hilang Datanglah Kepada Orang Yang Bisa Membuat Kita Tersenyum, Membuat Kita Selalu Tertawa, Dan Membuat Kita Merasa Dia akan selalu di samping Kita, Melindungi dan Menyayangi Kita. Jangan Kita Sia-siakan hidup untuk hari ini, Hidup ini Terlampau Singkat Bila dilewatkan Bersama Pilihan Yang Salah