Skip to main content

Posts

Puisi Sang Pejuang Karya Ahmad Rio

Sang Pejuang Bulir-bulir air mata Membasahi kerinduan Saat mengingat sapaan lentiran jari-jarimu yang mencoba mengingatkan Bagaimana aku harus melawan hidup. Saat aku di tengah-tengah ke buntuhan arah Betapa ku inginkan,ku rindukan Ke dua lentikkan jari-jari itu Yang pernah mencoba Membuka ke dua bola mataku, Dan Saat itu wajah mu, terlihat jelas Memaksakan aku untuk memenangkan pertempuran

Puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Karya Taufiq Ismail

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Tidak ada pilihan lain Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur Apakah akan kita jual keyakinan kita Dalam pengabdian tanpa harga Akan maukah kita duduk satu meja Dengan para pembunuh tahun yang lalu Dalam setiap kalimat yang berakhiran “Duli Tuanku ?” Tidak ada lagi pilihan lain Kita harus Berjalan terus Kita adalah manusia

Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar

Diponegoro Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali. Pedang di kanan, keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu. Sekali berarti Sudah itu mati. MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api. Punah di atas menghamba

Puisi Ranah Menanti Karya Nella Maresta

 Puisi Ranah Menanti Angin berjalanlah padanya Bumi goncangkan hatinya Hati meratap serulah Ranah merindu yuang Topan rengkuhlah jiwa Badai pagutlah raga Hujan basuh luka Ranah mananti yuang Rantau ranah pilihan Rantau ranah panggilan Rantau ranah goyahlah Rantau ranah pulanglah.. Bayang datang ayah Asa meratap mande Kampung sorak taragak Ranah kerinduan yuang.. Tanah rantau lepaslah Waktu

Puisi Di tepi Harapan Karya Sasky Oktafian Nabilla

DI TEPI HARAPAN Mengadu bersilih sendu Tua ladam menghantar padam Hujan rindang berkoyak malam Bertopang menghantarkan berduri Berduri lain gerigi Memandang saling teruji Dara pekat Lekat berkarat Berkarang beragam laktat Memantang Berkawan siulan Batu merah beradu jantan Beradu berkoyak halangan Apakah yang dituju dalam perjalanan? Mulut berpisau tajam Terhantam oleh karang Menjadi lautan

Puisi Kontemporer Beserta Contohnya

Apa itu Puisi Kontemporer? Sebelum menjelaskannya, Situs Puisi akan memberitahukan kepada anda bahwa ada 3 jenis puisi yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Kontemporer memiliki makna masa kini yang sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Pengertian Puisi Kontemporer Puisi kontemporer adalah puisi yang menyesuaikan dengan

Tersesat Dihati Sang Batu Karya Feni Lintang Utari

Tersesat Dihati Sang Batu Waktu yang berputar lalu menegurku untuk mengingat itu Kala aku dulu pernah bodoh untuk mencintai sang batu Aku mati dan terkubur dalam rasa sakitku Saat ku tau kau telah terhanyut dengan rayuan wanita yang aku pun tak tahu Berjalan aku disudut ruang kasihmu yang lalu Kita bahagia dengan cinta pelangi yang indah seperti sebuah irama dalam lagu Kita menari dan