Skip to main content

Posts

Puisi : Cerita Orang-Orang di Perjalanan

Cerita Orang-Orang di Perjalanan Karya : Salohot Nasution Ada orang yang lulus kuliah Ke kota hendak mencari kerja Karena di desanya sawah-sawah Sudah menjadi rumah Ada orang yang mencari kekasihnya Lari meninggalkan dirinya Setelah merampas mahkotanya Lalu pergi meninggalkan aib keluarga Ada orang yang hendak sekolah Menuntut ilmu untuk mengejar cita-cita Meninggalkan orang tua dan sanak saudara Agar pulang membawa gelar sarjana Ada orang yang hendak kawin lari Karena cinta mereka tidak direstui Di luar mereka mengikat janji Kelak pulang setelah punya putra dan putri Ada orang yang hendak mencari kehidupan Di desa bosan hidup dengan kemiskinan Ke kota ingin menggapai kesejahteraan Kelak pulang setelah punya kekayaan Ada orang yang hendak mencari pasangan Bertahun-tahun hidup tanpa pasangan Berbagai rayuan telah dicoba Namun wanita masih belum tergoda Perjalanan tidak sekedar bepergian Orang-orang di dalamnya mempunyai keresahan Keresahan mereka adalah cerita kehidupan Yang layak untuk...

Puisi : Kenanglah Aku

Kenanglah Aku Karya : Salohot Nasution Kenanglah aku ketika pagi hari Pada secangkair kopi Aromanya yang semerbak mewangi Menemaniku memulai hari Kenanglahlah aku ketika siang hari Kala sang surya memancarkan teriknya Di ladang-ladang padi Menumbuhkan harapan didada para petani Kenanglah aku ketika sore hari Kala senja merona menutup hari Para nelayan menarik sampan ketepian Setelah lelah mencari ikan Kenanglah aku ketika malam hari Ketika rembulan hadir menemani Memilih diantara selaksa mimpi Hingga sang fajar hadir kembali Aceh Timur, 12 Agustus 2019

Puisi : Ruang Rindu

Ruang Rindu Karya : Salohot Nasution Aku menemukan tatapanmu di ruang itu Aku mendengar suaramu di ruang itu Aku merasakan genggaman tanganmu di ruang itu Aku mendengar derap langkahmu di ruang itu Aku melihat senyumanmu di ruang itu Aku mendengar tawamu di ruang itu Aku melihat tangismu di ruang itu Aku merasakan kehadiranmu di ruang itu Ruang itu kusebut ruang rindu Ruang yang tercipta setelah kepergianmu Ruang yang mampu menghadirkan dirimu Walaupun itu hanyalah bayangan semu Di ruang itu aku memutar kembali Semua kisah yang pernah kita lalui Diruang itu aku menyadari Kehadiranmu sungguh berarti Aceh Timur, 7 Agustus 2019

Puisi : Waktu Yang Akan Menjawab

Waktu Yang Akan Menjawab Karya : Salohot Nasution Pada akhirnya sang waktu jualah Yang akan menjawab segala tanya Tentang setia yang kau tawarkan Apakah sungguhan ataukah gombalan Pada akhirnya sang waktu jualah Yang akan menjawab segala tanya Tentang cinta yang kau berikan Apakah realita ataukah permainan kata semata Pada akhirnya sang waktu jualah Yang akan menjawab segala tanya Tentang rindu yang kau gelisahkan Apakah itu sungguhan ataukah buatan Pada akhirnya sang waktu jualah Yang akan menjawab segala tanya Tentang kisah cinta anak manusia Apakah itu berguna ataukah hanya buang waktu saja Aceh Timur, 4 Agustus 2019

Puisi : Dimangsa Rindu

Dimangsa Rindu Karya : Salohot Nasution Bagimana aku bisa menikmati hari Jika hari-hari yang kulalui Telah dimangsa rindu Yang tersisa hanya kenangan pilu Bagaimana aku bisa berjalan Jika setiap jalan yang kulalui Telah dimangsa rindu Yang tersisa hanya kenangan syahdu Bagaimana aku bisa menggunakan pikiran Jika setiap pikiranku Telah dimangsa rindu Yang tersisa hanya bahasa kalbu Bagaimana aku bisa hidup Jika setiap nafasku Telah dimangsa rindu Yang tersisa hanya namamu Aceh Timur, 6 Agustus 2019

Puisi : Aku Ingin

Aku Ingin Karya : Salohot Nasution Aku ingin cinta kita seperti bumi Dalam galaksi bima sakti Yang akan selalu abadi Hingga kiamat nanti Aku ingin engkau menjadi bulan Yang akan menerangi bumi ketika malam Membawa beragam cerita keindahan Bagi semua insan Jika engkau bulan, aku ingi menjadi bintang Yang akan selalu setia menemanimu Dengan kemerlip cahayaku Bersama kita hingga penghujung malam Aceh Timur, 20 Juli 2019 Puisi di atas termasuk dalam kategori 100 Besar Peserta Terpilih pada Lomba Menulis Puisi   tahap 01 yang diselenggarakan oleh Literasi2fanblog

Puisi : Cinta di Pembuangan Sampah

Cinta di Pembuangan Sampah Karya : Salohot Nasution Telah ku temukan cinta Di tempat pembuangan sampah Terpancar dari rongga dada Para pengajar sukarela sekolah Aroma sampah mereka tak peduli Bagi mereka itu aroma kesturi Mengajar tak mengharapkan upah Cukup dengan senyuman bocah-bocah Menghabiskan masa muda Memberi manfaat pada sesama Atas dasar rasa kasih pada manusia Bukankah itu yang namanya cinta? Aceh Timur, 4 Agustus 2019 Puisi di atas termasuk dalam kategori Layak Diterbitkan dalam Sayembara Puisi yang diselenggarakan oleh Media Lomba Add caption