Skip to main content

Puisi – Pedagang Kecil



pedagang kecil

Merekalah pedagang kecil
Bertahan hidup dengan modalnya yang kecil
Mencari nafkah dengan harapan mendapatkan keuntungan yang kecil
Pendapatan yang kecil namun cukup

Cukup untuk makan hari ini, agar terlelap dan bermimpi
Cukup untuk makan esok hari, agar berenergi memulai hari
Cukup untuk bayar rekening listrik bulan ini
Cukup untuk bayar rekening air bulan ini
Cukup untuk bayar sekolah anak yang belum terlunasi
Cukup untuk berakhir pekan, bersantai di sore hari

Mereka menjalani hidup dengan tabah
Tidak mengharapkan uluran tangan pemerintah
Yang terkadang suka memilah
Namun sebagai rakyat mereka meminta kepada pemerintah
Dalam menjalankan perekonomian jangan gegabah

Ambil kebijakan dengan bijaksana
Jangan hanya menguntungkan mereka yang kaya
Pedagang kecil kumpulan orang tak berdaya
Bantulah mereka dengan menghibur jiwanya
Untuk menggapai harapan hidup lebih sejahtera
Agar nasib anak cucunya  berubah



Comments

Popular posts from this blog

Mantra : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

A. Pengertian Mantra Mantra adalah kumpulan kata-kata yang dipercaya mempunyai kekuatan mistis atau gaib, diucapkan pada waktu dan tempat tertentu yang memiliki tujuan untuk menimbulkan suatu kemampuan tertentu bagi orang yang menggunakan atau mengucapkan mantra tersebut. Mantra berasal dari bahasa sansekerta yakni “mantra” atau “manir” yang merujuk pada kata-kata yang berada di dalam kitab Veda, yaitu kitab suci umat Hindu. Pada masyarakat Melayu bukan dianggap sebagai sebuah karya sastra, melainkan lebih berhubungan dengan adat istiadat dan kepercayaan. Mantra masuk dalam kesastraan lisan Indonesia adalah karena bahasa mantra berirama dan sangat indah. Mantra biasa dikenal sebagai serapah, jampi atau seru.   Mantra umumnya didalamai dan dikuasai oleh orang-orang tertentu, seperti dukun dan pawang B. Ciri-Ciri Mantra Ciri-ciri mantra adalah sebagai berikut : 1.    Di dalam mantra terdapat rayuan dan perintah. 2.    Mantra mementingkan keindahan bunyi atau pe...

RENUNGAN MALAM (Puisi malam)

Malam ini begitu menerawang,,,, bagikan gelap tak kunjung terang,,, manakala hati sedang gundah gulana,,, menuntun suatu isyarat untuk memenuhi,,, yang dilalui untuk mengetahui,,, Mulailah untuk menjadi akhir,,, akhirilah untuk memulai yang baru,,, dengan tujuan yang pasti,,, akan sebuah gapaian yang indah,,, naluri yang kita inginkan,,, untuk sebuah ilusi,,, yang terjadi kelak dalam kelam,,,, Malam berganti pagi,,,, mulai dengan lembaran baru,,, untuk tujuan yang pasti,,,, namun terjadi hal2 yang terlah menghalang,,, dengan tujuan pasti,,,, halangan tak terhiraukan,,, dengan jauh melangkah kutrobosnya,,, untuk menuntaskan dunia depan yang jauh,,,,

Cara Menulis Puisi Yang Baik Dan Benar

Bagaimana cara menulis puisi?  Terkadang anda terkesima saat membaca puisi yang indah dan anda penasaran bagaimana cara membuat puisi seperti itu. Namun sebelum anda menciptakan sebuah puisi maka kita harus tahu terlebih dahulu pengertian puisi itu sendiri. Menulis sebuah puisi tidak seperti saat kita menulis cerita, cerpen, novel, atau karya tulis lainnya. Puisi itu unik karena terdapat