Skip to main content

Puisi : Guru Honorer

puisi tema pendidikan

Guru Honorer
Karya : Salohot Nasution



Nanar menatap tumpukan kertas
Yang harus diselesaikan karena tugas
Pikiran kadang sempit kadang luas
Himpitan beban yang kian keras
Beban terasa makin berat
Tingkah murid yang kian bejat
Berpadu dengan masyarakat yang menghujat
Seringkali membuat kepala penat
Pengabdian ini semakin susah
Akhir bulan sering dilanda gelisah
Gaji yang diterima tidak betah
Sebentar saja ia singgah
Merekalah guru honorer sekolah
Mengabdikan diri untuk kemajuan bangsa
Mendidik anak bangsa walaupun hidupnya susah
Walaupun sejahtera hanya harapan semata
Mengabdikan diri menjadi guru
Demi lestarinya perbendaharaan ilmu
Bertahan dalam asa yang semu
Kiranya sejahtera sudi bertemu


Aceh Timur, 30 April 2019

Puisi di atas termasuk dalam kategori Kontributor Tepilih dalam Sayembara Menulis Puisi yang diselnggarakan oleh Kata Paradi

sertifikat lomba puisi

Comments

Popular posts from this blog

Mantra : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

A. Pengertian Mantra Mantra adalah kumpulan kata-kata yang dipercaya mempunyai kekuatan mistis atau gaib, diucapkan pada waktu dan tempat tertentu yang memiliki tujuan untuk menimbulkan suatu kemampuan tertentu bagi orang yang menggunakan atau mengucapkan mantra tersebut. Mantra berasal dari bahasa sansekerta yakni “mantra” atau “manir” yang merujuk pada kata-kata yang berada di dalam kitab Veda, yaitu kitab suci umat Hindu. Pada masyarakat Melayu bukan dianggap sebagai sebuah karya sastra, melainkan lebih berhubungan dengan adat istiadat dan kepercayaan. Mantra masuk dalam kesastraan lisan Indonesia adalah karena bahasa mantra berirama dan sangat indah. Mantra biasa dikenal sebagai serapah, jampi atau seru.   Mantra umumnya didalamai dan dikuasai oleh orang-orang tertentu, seperti dukun dan pawang B. Ciri-Ciri Mantra Ciri-ciri mantra adalah sebagai berikut : 1.    Di dalam mantra terdapat rayuan dan perintah. 2.    Mantra mementingkan keindahan bunyi atau pe...

RENUNGAN MALAM (Puisi malam)

Malam ini begitu menerawang,,,, bagikan gelap tak kunjung terang,,, manakala hati sedang gundah gulana,,, menuntun suatu isyarat untuk memenuhi,,, yang dilalui untuk mengetahui,,, Mulailah untuk menjadi akhir,,, akhirilah untuk memulai yang baru,,, dengan tujuan yang pasti,,, akan sebuah gapaian yang indah,,, naluri yang kita inginkan,,, untuk sebuah ilusi,,, yang terjadi kelak dalam kelam,,,, Malam berganti pagi,,,, mulai dengan lembaran baru,,, untuk tujuan yang pasti,,,, namun terjadi hal2 yang terlah menghalang,,, dengan tujuan pasti,,,, halangan tak terhiraukan,,, dengan jauh melangkah kutrobosnya,,, untuk menuntaskan dunia depan yang jauh,,,,

Cara Menulis Puisi Yang Baik Dan Benar

Bagaimana cara menulis puisi?  Terkadang anda terkesima saat membaca puisi yang indah dan anda penasaran bagaimana cara membuat puisi seperti itu. Namun sebelum anda menciptakan sebuah puisi maka kita harus tahu terlebih dahulu pengertian puisi itu sendiri. Menulis sebuah puisi tidak seperti saat kita menulis cerita, cerpen, novel, atau karya tulis lainnya. Puisi itu unik karena terdapat