Skip to main content

Puisi : Jembatan Suci Itu Bernama Bulan Ramadhan

puisi tema jembatan suci

Jembatan Suci Itu Bernama Bulan Ramadhan
Karya : Salohot Nasution

Aku masih disini
Dalam kubangan dosa
Yang mencengkeram diri
Erat, kuat, tak kuasa luput darinya

Sudah kucoba berjuta kali
Melepaskan diri dari cengkeramannya
Namun imanku tak mampu mengingkari
Janji manis dari godaannya

Dijembatan suci aku berdiri
Berharap pertolongan Yang Maha Kuasa
Memberikan kekuatan pada diri
Mampu hijrah dijalan-Nya

Jembatan suci itu bernama bulan Ramadhan
Didalamya terdapat ampunan
Bagi insan yang akrab dengan keingkaran
Menjauhkan diri dari kebenaran

Jembatan suci ini adalah harapan
Bagi jiwa-jiwa yang terperangkap dalam kegelapan
Untuk mendapatkan cahaya kebenaran
Kembali menjadi insan pilihan

Aceh Timur, 5 Mei 2019

Puisi di atas termasuk dalam kategori Kontributor Terpilih dalam Lomba Menulis Puisi Tema Jembatan Suci yang diselenggarakan oleh Seniman Publisher V
sertifikat lomba puisi


Comments

Popular posts from this blog

Mantra : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

A. Pengertian Mantra Mantra adalah kumpulan kata-kata yang dipercaya mempunyai kekuatan mistis atau gaib, diucapkan pada waktu dan tempat tertentu yang memiliki tujuan untuk menimbulkan suatu kemampuan tertentu bagi orang yang menggunakan atau mengucapkan mantra tersebut. Mantra berasal dari bahasa sansekerta yakni “mantra” atau “manir” yang merujuk pada kata-kata yang berada di dalam kitab Veda, yaitu kitab suci umat Hindu. Pada masyarakat Melayu bukan dianggap sebagai sebuah karya sastra, melainkan lebih berhubungan dengan adat istiadat dan kepercayaan. Mantra masuk dalam kesastraan lisan Indonesia adalah karena bahasa mantra berirama dan sangat indah. Mantra biasa dikenal sebagai serapah, jampi atau seru.   Mantra umumnya didalamai dan dikuasai oleh orang-orang tertentu, seperti dukun dan pawang B. Ciri-Ciri Mantra Ciri-ciri mantra adalah sebagai berikut : 1.    Di dalam mantra terdapat rayuan dan perintah. 2.    Mantra mementingkan keindahan bunyi atau pe...

RENUNGAN MALAM (Puisi malam)

Malam ini begitu menerawang,,,, bagikan gelap tak kunjung terang,,, manakala hati sedang gundah gulana,,, menuntun suatu isyarat untuk memenuhi,,, yang dilalui untuk mengetahui,,, Mulailah untuk menjadi akhir,,, akhirilah untuk memulai yang baru,,, dengan tujuan yang pasti,,, akan sebuah gapaian yang indah,,, naluri yang kita inginkan,,, untuk sebuah ilusi,,, yang terjadi kelak dalam kelam,,,, Malam berganti pagi,,,, mulai dengan lembaran baru,,, untuk tujuan yang pasti,,,, namun terjadi hal2 yang terlah menghalang,,, dengan tujuan pasti,,,, halangan tak terhiraukan,,, dengan jauh melangkah kutrobosnya,,, untuk menuntaskan dunia depan yang jauh,,,,

Cara Menulis Puisi Yang Baik Dan Benar

Bagaimana cara menulis puisi?  Terkadang anda terkesima saat membaca puisi yang indah dan anda penasaran bagaimana cara membuat puisi seperti itu. Namun sebelum anda menciptakan sebuah puisi maka kita harus tahu terlebih dahulu pengertian puisi itu sendiri. Menulis sebuah puisi tidak seperti saat kita menulis cerita, cerpen, novel, atau karya tulis lainnya. Puisi itu unik karena terdapat