Skip to main content

Puisi : Terima Kasih Guruku

puisi terima kasih guruku

Terima Kasih Guruku
Karya : Salohot Nasution


Terima kasih guruku atas segala upaya
Yang tak kenal lelah memupusku buta aksara
Merangkai huruf  demi huruf menjadi kata
Mengeja kata demi kata hingga bisa membaca

Terima kasih guruku atas segala ilmu
Yang engkau ajarkan dengan sungguh-sungguh
Akan ku ingat disetiap waktu
Bekal diri menjadi lebih maju

Terima kasih guruku atas segala masa
Yang engkau korbankan dari muda hingga tua
Yang engkau abdikan demi kemajuan bangsa
Layaklah engkau menyandang gelar pahlawan tanpa tanda jasa

Terima kasih guruku atas pengorbananmu
Menjalani profesi sebagai guru
Martir menciptakan manusia bermutu
Walau kesejahteraan hanya bayangan semu


Aceh Timur, 30 Mei 2019


Puisi di atas diikutkan dalam Lomba Cipta Puisi Tema Bebas yang diselenggarakan oleh Sideris Indonesia

sertifikat lomba puisi


Comments

Popular posts from this blog

Mantra : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

A. Pengertian Mantra Mantra adalah kumpulan kata-kata yang dipercaya mempunyai kekuatan mistis atau gaib, diucapkan pada waktu dan tempat tertentu yang memiliki tujuan untuk menimbulkan suatu kemampuan tertentu bagi orang yang menggunakan atau mengucapkan mantra tersebut. Mantra berasal dari bahasa sansekerta yakni “mantra” atau “manir” yang merujuk pada kata-kata yang berada di dalam kitab Veda, yaitu kitab suci umat Hindu. Pada masyarakat Melayu bukan dianggap sebagai sebuah karya sastra, melainkan lebih berhubungan dengan adat istiadat dan kepercayaan. Mantra masuk dalam kesastraan lisan Indonesia adalah karena bahasa mantra berirama dan sangat indah. Mantra biasa dikenal sebagai serapah, jampi atau seru.   Mantra umumnya didalamai dan dikuasai oleh orang-orang tertentu, seperti dukun dan pawang B. Ciri-Ciri Mantra Ciri-ciri mantra adalah sebagai berikut : 1.    Di dalam mantra terdapat rayuan dan perintah. 2.    Mantra mementingkan keindahan bunyi atau pe...

RENUNGAN MALAM (Puisi malam)

Malam ini begitu menerawang,,,, bagikan gelap tak kunjung terang,,, manakala hati sedang gundah gulana,,, menuntun suatu isyarat untuk memenuhi,,, yang dilalui untuk mengetahui,,, Mulailah untuk menjadi akhir,,, akhirilah untuk memulai yang baru,,, dengan tujuan yang pasti,,, akan sebuah gapaian yang indah,,, naluri yang kita inginkan,,, untuk sebuah ilusi,,, yang terjadi kelak dalam kelam,,,, Malam berganti pagi,,,, mulai dengan lembaran baru,,, untuk tujuan yang pasti,,,, namun terjadi hal2 yang terlah menghalang,,, dengan tujuan pasti,,,, halangan tak terhiraukan,,, dengan jauh melangkah kutrobosnya,,, untuk menuntaskan dunia depan yang jauh,,,,

Cara Menulis Puisi Yang Baik Dan Benar

Bagaimana cara menulis puisi?  Terkadang anda terkesima saat membaca puisi yang indah dan anda penasaran bagaimana cara membuat puisi seperti itu. Namun sebelum anda menciptakan sebuah puisi maka kita harus tahu terlebih dahulu pengertian puisi itu sendiri. Menulis sebuah puisi tidak seperti saat kita menulis cerita, cerpen, novel, atau karya tulis lainnya. Puisi itu unik karena terdapat