Skip to main content

Puisi : Air Mata Mengering

puisi tema bebas

Air Mata Mengering
Karya  : Salohot Nasution

Air mata mengering di zona-zona merah
Ketika peluru dan mortir bersabda
Mayat bergelimpangan tak bernyawa
Air mata tak cukup untuk menangisi kepergian orang-orang tercinta

Burung pemakan bangkai bersorak gembira
Makanan tersedia melimpah dari daging manusia
Tak sempat dikuburkan selayaknya
Karena peluru dan mortir yang tak kunjung reda

Bocah-bocah di zona-zona merah
Bersahabat dengan rasa takut
Bercengkerama dengan malaikat maut
Bermain ditengah ranjau yang siap merenggut nyawa

Mereka sudah lupa rasanya makanan dan minuman
Mereka sudah lupa rasa lapar dan haus
Ketika Ayah dan Ibunya tewas didepan matanya
Mereka perlu suplai air mata karena air mata mereka sudah mengering


Aceh Timur, 23 Juni 2019


Puisi di atas masuk dalam kategori 100 puisi terbaik pada Lomba Cipta Puisi Nasional yang diselenggarakan oleh Arsha Citra Karya

Comments

Popular posts from this blog

Mantra : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

A. Pengertian Mantra Mantra adalah kumpulan kata-kata yang dipercaya mempunyai kekuatan mistis atau gaib, diucapkan pada waktu dan tempat tertentu yang memiliki tujuan untuk menimbulkan suatu kemampuan tertentu bagi orang yang menggunakan atau mengucapkan mantra tersebut. Mantra berasal dari bahasa sansekerta yakni “mantra” atau “manir” yang merujuk pada kata-kata yang berada di dalam kitab Veda, yaitu kitab suci umat Hindu. Pada masyarakat Melayu bukan dianggap sebagai sebuah karya sastra, melainkan lebih berhubungan dengan adat istiadat dan kepercayaan. Mantra masuk dalam kesastraan lisan Indonesia adalah karena bahasa mantra berirama dan sangat indah. Mantra biasa dikenal sebagai serapah, jampi atau seru.   Mantra umumnya didalamai dan dikuasai oleh orang-orang tertentu, seperti dukun dan pawang B. Ciri-Ciri Mantra Ciri-ciri mantra adalah sebagai berikut : 1.    Di dalam mantra terdapat rayuan dan perintah. 2.    Mantra mementingkan keindahan bunyi atau pe...

RENUNGAN MALAM (Puisi malam)

Malam ini begitu menerawang,,,, bagikan gelap tak kunjung terang,,, manakala hati sedang gundah gulana,,, menuntun suatu isyarat untuk memenuhi,,, yang dilalui untuk mengetahui,,, Mulailah untuk menjadi akhir,,, akhirilah untuk memulai yang baru,,, dengan tujuan yang pasti,,, akan sebuah gapaian yang indah,,, naluri yang kita inginkan,,, untuk sebuah ilusi,,, yang terjadi kelak dalam kelam,,,, Malam berganti pagi,,,, mulai dengan lembaran baru,,, untuk tujuan yang pasti,,,, namun terjadi hal2 yang terlah menghalang,,, dengan tujuan pasti,,,, halangan tak terhiraukan,,, dengan jauh melangkah kutrobosnya,,, untuk menuntaskan dunia depan yang jauh,,,,

Cara Menulis Puisi Yang Baik Dan Benar

Bagaimana cara menulis puisi?  Terkadang anda terkesima saat membaca puisi yang indah dan anda penasaran bagaimana cara membuat puisi seperti itu. Namun sebelum anda menciptakan sebuah puisi maka kita harus tahu terlebih dahulu pengertian puisi itu sendiri. Menulis sebuah puisi tidak seperti saat kita menulis cerita, cerpen, novel, atau karya tulis lainnya. Puisi itu unik karena terdapat