Skip to main content

Puisi Menunggu

contoh puisi

Menunggu
Karya : Salohot Nasution

Di stasiun kereta api itu aku duduk menunggumu
Tak sabar hatiku ingin melihat wajahmu
Masihkah engkau seperti dirimu yang dulu?
Sederhana dalam sikap dan tingkah laku

Lima tahun lamanya engkau meninggalkanku
Katamu engkau ingin mengejar cita-citamu
Menjadi bidan desa sahabat para ibu
Meringankan penderitaan mereka yang tak mampu

Sungguh mulia cita-citamu
Senyum manismu akan meringankan derita saat nifas para ibu
Suara lembutmu akan menenangkan tangis bayi yang lucu
Kesabaranmu akan membuat nyaman para pasienmu

Namun lama sudah aku menunggumu disini
Kereta yang membawamu tak kunjung tiba
Keesokan hari ku lihat berita di televisi
Telah terjadi kecelakaan kereta, itulah kereta yang engkau tumpangi

Aceh Timur, 24 Desember 2019


Puisi di atas terpilih sebagai Juara 3 dalam Lomba Cipta Puisi Nasional yang diselenggarakan oleh Lintang Indonesia
sertifikat lomba puisi








Comments

Popular posts from this blog

Mantra : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

A. Pengertian Mantra Mantra adalah kumpulan kata-kata yang dipercaya mempunyai kekuatan mistis atau gaib, diucapkan pada waktu dan tempat tertentu yang memiliki tujuan untuk menimbulkan suatu kemampuan tertentu bagi orang yang menggunakan atau mengucapkan mantra tersebut. Mantra berasal dari bahasa sansekerta yakni “mantra” atau “manir” yang merujuk pada kata-kata yang berada di dalam kitab Veda, yaitu kitab suci umat Hindu. Pada masyarakat Melayu bukan dianggap sebagai sebuah karya sastra, melainkan lebih berhubungan dengan adat istiadat dan kepercayaan. Mantra masuk dalam kesastraan lisan Indonesia adalah karena bahasa mantra berirama dan sangat indah. Mantra biasa dikenal sebagai serapah, jampi atau seru.   Mantra umumnya didalamai dan dikuasai oleh orang-orang tertentu, seperti dukun dan pawang B. Ciri-Ciri Mantra Ciri-ciri mantra adalah sebagai berikut : 1.    Di dalam mantra terdapat rayuan dan perintah. 2.    Mantra mementingkan keindahan bunyi atau pe...

RENUNGAN MALAM (Puisi malam)

Malam ini begitu menerawang,,,, bagikan gelap tak kunjung terang,,, manakala hati sedang gundah gulana,,, menuntun suatu isyarat untuk memenuhi,,, yang dilalui untuk mengetahui,,, Mulailah untuk menjadi akhir,,, akhirilah untuk memulai yang baru,,, dengan tujuan yang pasti,,, akan sebuah gapaian yang indah,,, naluri yang kita inginkan,,, untuk sebuah ilusi,,, yang terjadi kelak dalam kelam,,,, Malam berganti pagi,,,, mulai dengan lembaran baru,,, untuk tujuan yang pasti,,,, namun terjadi hal2 yang terlah menghalang,,, dengan tujuan pasti,,,, halangan tak terhiraukan,,, dengan jauh melangkah kutrobosnya,,, untuk menuntaskan dunia depan yang jauh,,,,

Cara Menulis Puisi Yang Baik Dan Benar

Bagaimana cara menulis puisi?  Terkadang anda terkesima saat membaca puisi yang indah dan anda penasaran bagaimana cara membuat puisi seperti itu. Namun sebelum anda menciptakan sebuah puisi maka kita harus tahu terlebih dahulu pengertian puisi itu sendiri. Menulis sebuah puisi tidak seperti saat kita menulis cerita, cerpen, novel, atau karya tulis lainnya. Puisi itu unik karena terdapat