Skip to main content

Posts

Puisi Lama Beserta Contohnya

Apa itu puisi lama? Mungkin ada yang belum mengetahui kalau puisi itu dibagi menjadi 3 yaitu puisi lama dan puisi baru dan juga kontemporer. Puisi lama terkenal karena adanya peraturan yang mengikat dalam membuatnya. Di artikel saya yang satu ini Situs Puisi akan berusaha menjelaskan kepada anda tentang pengertian puisi lama beserta contoh puisi lama. Pengertian puisi lama Puisi lama adalah

Puisi Kau Yang Terlihat Di Senja Hari Karya Deni Dewa

Kau Yang Terlihat Di Senja Hari Terlihat di senja hari Tak lagi cerah dan hangat seperti pagi Wajahmu redup di hapus panasnya siang yang kau lalui Terbakar menghitam dan tak tegar lagi Terlihat di senja hari Ketika aku baru saja akan memulai langkah beranjak pergi Aku takut terlambat jika senja habis waktunya Waktu ku untuk kembali membawa hasil ladang garapanku sendiri.. Puisi Kau Yang

Puisi Kelulusan Karya Rifa Annisa

Kelulusan Saatnya untukku pergi Berpisah bukan hal yang mudah Wajah-wajah yang masih kuingat Di balik cahaya yang pudar Sanyup-sanyup ku dengar Gesekan ranting pohon Bakat yang terpendam kini biarlah terungkap Cakrawala yang merah lembayung Di balik kemilau senjang Sebuah panggilan untukku Meski guru yang killer tersenyum Seolah bagiku tidak terjadi apa-apa Izasah itu ku terima

PENYESELAN CINTA (Puisi Penyesalan)

Andaikan aku bisa membaca pikiran dan isi hatimu pasti aku tahu apa yang harus aku lakukan entah bertahan atau meninggalkanmu. Jangan pernah memberiku sedikit harapan atau kau akan melihatku terpuruk untuk selamanya saat engkau pergi. Jangan biarkan mimpi ini terus berlanjut,,karena aku akan merasa kehilngan saat aku terbangun nanti. Jangan paksa aku untuk mencintaimu, karena aku tak sanggup untuk kehilangan dan melupakanmu. Jangan biarkan cinta ini tumbuh subur seperti mawar di sana karena jika kau pergi ia akan layu untuk selamanya. Jangan pernah melukai dirimu sendiri ,karena hal itu dapat membuat ku terluka. Aku tahu… Hal ini tak boleh terjadi. Namun,, ia terus bermekaran tanpa pernah ku sadari karya : Valeria Gifridus

IRONIS (Puisi Penyesalan)

Penat pekat terkatung menantang kekosongan berjalan mundur mengitari penyebab masa depan tak terhitung banyaknya kesalahan tak terbendung adanya penyesalan ironis.. bukan sebuah bangkai yang berjalan tanpa ruh bukan pula burung yang terbang tanpa sayap hanya sedikit kegalauan yang sulit dimengerti dan sedikit dari banyaknya problema dalam hati Oleh : Zul

PELANGI SENJA UNTUK SAHABATKU (Puisi Sahabat)

Aku bukan air yang bisa menyirami api kemarahanmu Aku bukan udara yang bisa membuatmu terus bernafas Apalagi cahaya yang bisa menyinarimu di setiap gelap Aku hanya sahabatmu… Aku bukan batu yang tak merasakan sakit jika kau pukul Aku bukan pena yang selalu mengikuti arahmu menulis Apalagi indahnya nada yang membuatmu tenang Aku hanya saudaramu… Aku bukan keras, aku bukan lembek, hanya mencoba tegas Aku bukan benci, aku bukan dendam, hanya mencoba bicara Aku hanya manusia biasa… Aku selalu mencoba ntuk menjadi Air Selalu mencoba untuk menjadi udara dan terus mencoba menjadi cahaya Tapi saat aku lelah mencoba, Kuatkan aku… Agar Kita Tetap Terkuatkan… Agar kita tetap menjadi perisai untuk mereka yang ingin menghancurkan kita Agar kita tetap menjadi bara yang bisa membakar mereka yang ingin memecahkan kita Sahabatku..Saudaraku… Redakanlah Api marahmu, dan kuhilangkan sakit di hatikuku Ki...

KINI KAU SAHABATKU (Puisi Sahabat)

Hari demi hari … Ku lalui dengan adanya dirimu Namun kutau kita bukanlah sepasang kekasih Tapi, kita pernah ada dalam ikatan itu Kita pernah bersama, bercita-cita untuk masa depan kita Walau kini semua hanya tersisa kenangan Yang kufikir, telah kuhancurkan … Aku tau … Aku yang menyudahi perjalanan kita Ku lenyapkan masa depan KITA, dalam sekejap Aku memang pendusta! Aku pengkhianat! Aku sadar … Aku bukan sosok yang bisa membuatmu selalu tersenyum Tapi percayalah, aku akan selalu berusaha untuk itu Aku akan selalu berusaha untuk membuatmu bahagia Walau kini hanya ada AKU dan KAMU, ‘bukan’ KITA Ku rasakan perbedaan yang amat terasa Pada diriku dan yang pastinya pada dirimu … Ketika ‘aku dan kamu’ bukan lagi satu, Senyum lebih terlukis? Tawa lebih tercipta? Ini memang jalan terbaik untuk ‘aku dan kamu’ … Pernahkah kau berfikir untuk aku dan kau kembali? Terkadang aku terfikir … Tapi aku sudah terlanjur dengan keadaan ya...