Skip to main content

Posts

Puisi : Demi Masa Depan

Demi Masa Depan Karya : Salohot Nasution Aku masih berdiri di sini Diantara bayang-bayang kegagalan Dan manisnya keberhasilan Demi masa depan Aku masih berdiri di sini Diantara riuhnya hujatan Dan sepinya pujian Demi masa depan Aku masih berdiri di sini Diantara zona nyaman Dan beratnya eksistensi perjuangan Demi masa depan Aku masih berdiri di sini Diantara puing-puing harapan Dan batas keputusasaan Demi masa depan Aku masih berdiri di sini Diantara gerbang kesuksesan Dan gerbang kehancuran Demi masa depan Aceh Timur, 26 Oktober 2019 Puisi di atas diikutsertakan dalam Lomba Menulis Puisi Tema Masa Depan yang diselenggarakan oleh Redakasi Rumah Kita. Dan termasuk dalam kategori Penulis Terpilih.

Puisi : Matahariku

Matahariku Karya : Salohot Nasution Tangismu adalah nyanyian rindu Yang selalu menggema dikala aku jauh Memaksaku untuk berlari menghampirimu Mendekapmu dalam peluk haru biru Tawamu adalah bait-bait puisi Tetap indah walau tanpa diksi Selalu mampu menggugah nurani Penghilang gelisah hati Langkah-langkah kecilmu adalah harapan Yang membiaskan indah masa depan Menghadirkan sejuta senyuman Dalam harap kebahagiaan Hadirmu laksana sinar matahari Yang memberi kehangatan di bumi Penyempurna bahagia hidup ini Engkaulah matahariku, sang buah hati Aceh Timur, 28 Oktober 2019 Puisi di atas diikutsertakan dalam Sayembara Menulis Pusi Tema Matahari yang diselenggarakan oleh Mandala Penerbit

Puisi : Rindu Yang Menyiksa

Rindu Yang Menyiksa Karya : Salohot Nasution Dipekatnya malam Engkau hadir dalam kisah kelam Diantara dinginnya angin malam Dan bias lampu yang temaram Engkau ceritakan kisah cinta Dua anak manusia yang menderita Telah terperanjara oleh rasa Yang tak mampu bersua Diteriknya mentari Engkau hadir membawa sepi Diantara daun yang berserakan Dan debu yang beterbangan Engkau ceritakan kisah duka Dua anak manusia yang nelangsa Menggenggam rindu yang menyiksa Pasrah pada putaran masa Aceh Timur, 25 Oktober 2019 Puisi di atas diikutsertakan dalam Lomba Cipta Puisi Tema Rindu yang diselenggarakan oleh Darma Sucipta dan Taman Budaya Sucipta

Puisi : Kepulanganmu Kunanti

Kepulanganmu Kunanti Karya : Salohot Nasution Tak ada barisan kata-kata Hanya mata yang berbicara Lewat tetesan air mata Ketika perpisahan tiba Aku tak mampu menahan beban perasaanku Ketika melepas kepergianmu Engkau telah ku rindu Sebelum kepergianmu Namun aku tak mampu melawan waktu Hanya pasrah pada guratan takdirku Seberat apapun aku melepaskanmu Aku tak mampu menghalangi kepergianmu Kepergianmu ku iringi dengan do’a Agar engkau dilindungi Yang Maha Kuasa Semoga engkau dapat menggapai cita-cita Agar kita kembali bersama Aku yang cemas disini Menunggu kedatanganmu kembali Setelah puluhan purnama kita lewati Rasa kerinduan tumbuh bersemi Kepulanganmu akan selalu kunanti Ku tahu engkau pasti kembali Tunggu aku disini, aku pasti kembali Janjimu sebelum engkau pergi Aceh Timur, 5 Oktober 2019 Puisi di atas diikutsertakan dalam Lomba Cipta Puisi Tema Kepergian yang diselenggarakan oleh Rekan Media Publish

Puisi : Gelandangan

Gelandangan Karya : Salohot Nasution Tak tahu hendak kemana Mencari sanak saudara Keberadaannya sirna Kini engkau sebatang kara Tak tahu kemana mencari Tempat mengais rezeki Mendapatkan sesuap nasi Menenangkan lambung yang perih Tak tahu kemana berteduh Berlindung dari derasnya air hujan Berlindung dari teriknya sinar mentari Berlindung dari dinginnya malam Masa depan telah engkau lupakan Terbang bersama debu jalanan Hanya satu yang engkau risaukan Akankah hari ini bisa makan? Aceh Timur, 28 September 2019 Puisi di atas diikutsertakan dalam Lomba Cipta Puisi Nasional Tema Kehidupan yang diselenggarakan oleh Zhieda Publisher

Puisi : Sang Dokter

Sang Dokter Karya : Salohot Nasution Di tanganmu bergelantungan beribu harapan Dari orang-orang yang mendamba kesembuhan Atau mereka yang mendamba kehidupan Serta iringan do’a keluarga yang tidak berkesudahan Siang dan malam tidak ada perbedaan Panggilan tugas wajib ditunaikan Urusan pribadi dikesampingkan Urusan keluarga dinomor duakan Dinding putih menjadi saksi Ketika engkau resah penyakit pasien tak kunjung sembuh Ketika engkau bimbang nyawa pasien tak bisa diselamatkan Ketika engkau gundah rengekan anak memintamu pulang segera Engkau layak menyandang pahlawan kehidupan Atas dedikasi dan pengabdian Serta apa yang telah engkau korbankan Untuk sebuah kehidupan Aceh Timur, 16 Agustus 2019 Puisi di atas diikutsertakan dalam Lomba Puisi Tema Pahlawan Kehidupan yang diselenggarakan oleh Puisi Snap

Puisi : Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam Karya : Salohot Nasution Aku mengutuk diri Ketika keberanian berlari pergi Ketika keraguan menguasai diri Untuk menyapamu pada pertemuan pertama kali Pertemuan itu kini menyiksa diri Karena aku terjebak rasa tak bisa ku mengerti Aku ingin bertemu denganmu tapi aku malu Aku ingin menyapamu namun aku ragu Aku ingin bertanya kabar namun tubuhku gemetar Aku ingin menatap matamu namun aku tak mampu Aku hanya bisa mencintaimu dalam diam Terjebak dalam cinta yang terpendam Setiap hari aku hanya mampu membangun harapan Semoga hari ini ada pertemuan Semoga hari ini ada sapaan Semoga hari ini ada senyuman Aceh Timur, 28 September 2019 Puisi di atas diikutsertakan dalam Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Tema Cinta Yang Terpendam yang diselenggarakan oleh Redaksi Tasikzone  dan  Lintang.or.id