Skip to main content

TIDAK ADA GUNANYA MENJAUHI CINTA (Puisi penyesalan)



Suatu hari, kulihat kau pergi,
sempat sambil menangis,
dan berucap tak akan kembali lagi.

Lalu, aku dengan tegasnya kata dan kerasnya hati
berusaha melepaskan kau pergi,
kukatakan :
'Pergi saja! kita memang tak pernah ditakdirkan untuk bersama'

Waktu demi waktu berlalu.

Aku dengan hidupku,
kau dengan hidupmu.
Sementara cinta kita, entah ada di mana.

Mungkin saja ia bersembunyi,
menunggu waktu yang tepat untuk muncul lagi.
Atau bisa saja ia sudah berlari,
jenuh dan memang ingin selamanya pergi.

Aku terseok-seok saat itu.
Sepi, sendiri, dan kenangan sungguh benar-benar enggan pergi.
Aku tak tahu bagaimana denganmu.
Namun sungguh, aku rindu segala hal tentang kamu.

Aku malu mengingat-ingat kembali,
bahwa seharusnya tidak ada kita yang terpisah.
Aku enggan mengakui,
bahwa memenangkan ego sama sekali tidak membahagiakan diri.

Aku marah mengetahui,
bahwa kau ternyata juga merasa yang sama,
hanya lagi-lagi; egomu lebih juara.
Beberapa pertanyaan tiba-tiba saja muncul di kepalaku :

Adakah gunanya sikapku saat itu yang menjauhimu setengah mati?
Adakah gunanya janjimu untuk tak kembali lagi?

Karena nyatanya, menjauhi cinta itu sungguh tidak ada gunanya...

Comments

Popular posts from this blog

Mantra : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

A. Pengertian Mantra Mantra adalah kumpulan kata-kata yang dipercaya mempunyai kekuatan mistis atau gaib, diucapkan pada waktu dan tempat tertentu yang memiliki tujuan untuk menimbulkan suatu kemampuan tertentu bagi orang yang menggunakan atau mengucapkan mantra tersebut. Mantra berasal dari bahasa sansekerta yakni “mantra” atau “manir” yang merujuk pada kata-kata yang berada di dalam kitab Veda, yaitu kitab suci umat Hindu. Pada masyarakat Melayu bukan dianggap sebagai sebuah karya sastra, melainkan lebih berhubungan dengan adat istiadat dan kepercayaan. Mantra masuk dalam kesastraan lisan Indonesia adalah karena bahasa mantra berirama dan sangat indah. Mantra biasa dikenal sebagai serapah, jampi atau seru.   Mantra umumnya didalamai dan dikuasai oleh orang-orang tertentu, seperti dukun dan pawang B. Ciri-Ciri Mantra Ciri-ciri mantra adalah sebagai berikut : 1.    Di dalam mantra terdapat rayuan dan perintah. 2.    Mantra mementingkan keindahan bunyi atau pe...

RENUNGAN MALAM (Puisi malam)

Malam ini begitu menerawang,,,, bagikan gelap tak kunjung terang,,, manakala hati sedang gundah gulana,,, menuntun suatu isyarat untuk memenuhi,,, yang dilalui untuk mengetahui,,, Mulailah untuk menjadi akhir,,, akhirilah untuk memulai yang baru,,, dengan tujuan yang pasti,,, akan sebuah gapaian yang indah,,, naluri yang kita inginkan,,, untuk sebuah ilusi,,, yang terjadi kelak dalam kelam,,,, Malam berganti pagi,,,, mulai dengan lembaran baru,,, untuk tujuan yang pasti,,,, namun terjadi hal2 yang terlah menghalang,,, dengan tujuan pasti,,,, halangan tak terhiraukan,,, dengan jauh melangkah kutrobosnya,,, untuk menuntaskan dunia depan yang jauh,,,,

Cara Menulis Puisi Yang Baik Dan Benar

Bagaimana cara menulis puisi?  Terkadang anda terkesima saat membaca puisi yang indah dan anda penasaran bagaimana cara membuat puisi seperti itu. Namun sebelum anda menciptakan sebuah puisi maka kita harus tahu terlebih dahulu pengertian puisi itu sendiri. Menulis sebuah puisi tidak seperti saat kita menulis cerita, cerpen, novel, atau karya tulis lainnya. Puisi itu unik karena terdapat